H.A.ASRIADI MAYANG,S.H.,M.H. / CALON ANGGOTA DPRD NOMOR URUT 4 / DAPIL SULSEL 8 MELIPUTI KABUPATEN WAJO DAN SOPPENG

Melirik Sejarah dan Budaya Wajo

Posted by Unknown | Rabu, 22 Januari 2014 | Posted in

Hampir tak ada negeri yang tidak didatangi orang Wajo. Sampai ke ujung dunia pun asalkan ada peluang bisnis dan iklim yang menjamin kebebasan berusaha maka orang Wajo akan datang. Perumpamaan itu tak lain untuk menunjukkan betapa sifat kewiraswastaan atau interpreneurship telah mendarah daging pada setiap pribadi orang Wajo. Sifat ini dituntun pesan leluhur: aja mumaelo natunai sekke, naburuki labo (jangan terhina oleh sifat kikir dan hancur oleh sifat boros).

Berpegang pada Tellu Ampikalena To WajoE (tiga prinsip hidup), tau'E ri DewataE, siri'E ri padatta rupatau, siri'E ri watakkale (ketaqwaan kepada Allah SWT, rasa malu pad orang lain dan pada diri sendiri), orang Wajo memiliki etos kerja, resopa natinulu natemmangingngi, namalomo naletei pammase Dewata Seuwae (hanya dengan kerja keras, rajin, dan ulet, mendapat keridhaan Allah SWT)

Orang Wajo senantiasa mendambakan terciptanya iklim kebebasan berdasarkan prinsip, Maradeka To WajoE, najajiang alaena maradeka, napoada adanna, napobbicara bicaranna, napogau gaunna, ade assemmaturesennami napopuang (Orang Wajo dilahirkan merdeka, bebas berekspresi, bebas bicara, dan menyatakan pendapat, bebas berbuat, hanya hukum berlandaskan permusyawaratan yang dipertuan).

Berpenduduk 400.000 jiwa, Wajo memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal. Apabila potensi ini berhasil dipadukan dan diberdayakan, bisa dipastikan, masyarakat Wajo meraih kehidupan lebih baik di hari esok. Penggalangan potensi akbar ini (termasuk orang Wajo yang berdiam di luar daerah) bukan mustahil diwujudkan mengingat orang Wajo memiliki semangat riassiwajori yang terkandung dalam prinsip kebersamaan, mali siparappe, rebba sipatokkong, malilu sipakainge (hanyut saling menolong, jatuh saling membantu untuk tegak kembali, khilaf saling mengingatkan).

Nilai-nilai yang tak ternilai harganya itu patut dilestarikan dan dikembangkan. Pelestarian dan nilai-nilai positif itu membutuhkan wahana yang menjadi sumber motivasi. Momentumnya dipilih bertepatan peringatan Hari Jadi Wajo. Waktu yang tepat tersebut dikaitkan dengan Hari Jadi Wajo, yang hari 'H'-nya belum pernah disepakati. Di sinilah letak pentingnya upaya penelusuran sejarah keberadaan Wajo yang digagaskan oleh Dachlan Maulana. Penelusuran sejarah Wajo didukung tokoh masyarakat dan budayawan.

Pemerintah Kabupaten Wajo membentuk Panitia Seminar Penelurusan Hari Jadi Wajo per SK Bupati Kepala Daerah Tingkat II Wajo No. Sos/562/XII/W/1994 tanggal 22 Desember 1994. Panitia kemudian menyelenggarakan Seminar Penelusuran Hari Jadi Wajo, 23 Januari 1995 di Ruang Kantor BKDH Tingkat II Wajo.

Dalam seminar terungkap kemajuan Wajo, terutama di bawah kepemimpinan Arung Matoa (Presiden), yaitu La Tadampare Puangrimaggalatung, Petta Latiringeng To Taba Arung Simettengpola, La Mungkace Toaddamang, La Sangkuru Patau, La Salewangeng To Tenriruwa
La Maddukelleng, dan La Pariusi To Maddualeng.

Seminar menyimpulkan sejarah kelahiran Wajo dalam 6 (enam) versi, yaitu Puang Rilampulungeng, Puang Ritimpengeng, Cinnongtabi, Boli versi Kerajaan Cina, Masa ke-Batara-an, dan Masa ke-Arung Matoa-an

Peserta seminar sepakat untuk menetapkan momentum Hari Jadi Wajo pada masa pelantikan Batara Wajo I La Tenri Bali, tahun 1399, dibawah sebuah pohon besar (Bajo). Tempat pelantikan Batara Wajo I ini sampai sekarang masih ada, bernama Wajo – Wajo di daerah Tosora Kecamatan Majauleng. Tanggal 29 Maret dipilih sebagai hari 'H' yakni peristiwa kemenangan pasukan Wajo dibawah kepemimpinan La Maddukelleng di Lagosi terhadap pasukan Kompeni yang membantu Bone. Perang tersebut merupakan simbol anti penjajahan. Keputusan seminar dikukuhkan melalui Surat Keputusan DPRD Wajo No. 12/1995 tangal 7 Juli 1995.

Seminar hanyalah sebuah kegiatan awal dari sebuah usaha besar Orang Wajo menemukan jati dirinya. Pengembangan nilai-nilai itu diharapkan kelak bisa berhasil menjadi sumber motivasi bagi orang Wajo untuk menemukan jati dirinya.


DANAU TEMPE -------- Dana
u Tempe terletak di bagian Barat Kabupaten Wajo. Tepatnya di Kecamatan Tempe, sekitar 7 km dari Kota Sengkang menuju tepi Sungai Walanae. Dari sungai ini, perjalanan ke Dananu Tempe dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan menggunakan perahu motor (katinting). Perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer di sepanjang tepi danau.

Nelayan yang menangkap ikan di tengah danau seluas 13.000 hektare itu dengan latar belakang rumah terapung, merupakan pemandangan yang sangat menarik. Dari ketinggian, Danau Tempe tampak bagaikan sebuah baskom raksasa yang diapit oleh tiga kabupaten yaitu Wajo, Soppeng, dan Sidrap.

Sambil bersantai di atas perahu, wisatawan dapat menyaksikan terbitnya matahari di ufuk Timur pada pagi hari dan terbenam di ufuk Barat pad sore hari. Di tengah danau, kita dapat menyaksikan beragam satwa burung, bungan dan rumput air, serta burung Belibis (Lawase, bahasa Bugis) menyambar ikan-ikan yang muncul di atas permukaan air. Danau Tempe memiliki species ikan air tawar yang jarang ditemui ditempat lain.

Konon, dasar danau ini menyimpan sumber makanan ikan, yang diperkirakan ada kaitannya letak danau yang berada di atas lempengan dua benua, yaitu Australia dan Asia. Di waktu malam, wisatawan dapat menginap di rumah terapung. Bersama nelayan, kita dapat menyaksikan rembulan di malam hari yang menerangi Danau Tempe sambil memancing ikan. Sementara itu, para nelayan menangkap ikan diiringi dengan musik tradisional yang dimainkan penduduk. Tanggal 23 Agustus setiap tahunnya, merupakan kalender kegiatan pelaksanaan festival laut di Danau Tempe.

Acara pesta ritual nelayan ini disebut Maccera Tappareng atau upacara mensucikan danau dengan menggelar berbagai atraksi wisata yang sangat menarik. Pada hari perayaan Festival Danau Tempe ini, semua peserta upacara Maccera Tappareng Berpakai  Baju Bodo (pakaian adat Orang Bugis).

Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi seperti lomba perahu tradisional, lomba perahu hias, lomba permainan rakyat (lomba layangan tradisional, pemilihan anak dara dan kallolona Tanah Wajo), lomba menabuh lesung (padendang), pagelaran musik tradisional dan tari bissu yang dimainkan oleh waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya. Lomba perahu dayung merupakan tradisi yang turun temurun dan terpelihara di kalangan para nelayan. Sedangkan Maccera Tappareng merupakan bentuk kegiatan ritual yang dilaksanakan di atas Danau Tempe oleh masyarakat yang berdomisili di pinggir Danau Tempe, biasanya ditandai dengan pemotongan kurban/sapi yang dipimpin oleh seorang ketua nelayan, dan serentetan acara lainnya.


AGRO WISATA SUTERA ------- Daun dari tanaman murbei (Morus sp.) merupakan satu-satunya pakan ulat sutera (Bombyx mori L.), media yang menghasilkan kokon untuk diolah menjadi benang sutera selanjutnya diproses atau ditenun menjadi kain sutera.

Kokon merupakan hasil pemeliharaan ulat sutera, dibentuk dari serat sutera yang dikeluarkan oleh larva matang, selanjutnya melalui proses pemintalan, kokon diolah menjadi benang sutera. Tahap penanaman murbei hingga proses pembuatan kain sutera sudah lama menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Wajo.

Lokasi pembibitan dan penanaman murbei terletak pada beberapa desa di Kecamatan Sabbangparu, sekitar 10 km sebelah Selatan Kota Sengkang, jalan poros menuju Kabupaten Soppeng. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan proses penanaman murbei, cara memelihara ulat sutera, proses pemintalan benang sutera, hingga cara menenun kain sutera.

Khusus produk sutera yang berupa kain, sarung, kemeja, dasi, dan berbagai bentuk cinderamata dari kain sutera misalnya : kipas dan tas, dapat kita saksikan di beberapa showroom sutera yang ada di Kota Sengkang. Di toko souvenir itu tersedia berbagai macam warna maupun motif yang indah. Motif yang banyak diminati masyarakat umumnya motif Bugis dan motif yang menyerupai ukiran-ukiran Toraja.


RUMAH ADAT ATAKKAE ------- Kawasan budaya Rumah Adat Atakkae terletak di Kelurahan Atakkae, Kecamatan Tempe, di bangun tahun 1995 di pinggir Danau Lampulung, sekitar 3 km sebelah Timur Kota Sengkang. Di dalam kawasan ini telah dibangun puluhan duplikat rumah adat tradisional yangdihimpun dari berbagai kecamatan, sehingga kawasan ini representatif sebagai tempat pelaksanaan pameran.

Di sekitarnya terdapat bangunan sebagai tempat menginap wisatawan, dekat dari danau. Hampir setiap tahunnya, kawasan budaya ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat digelar berbagai atraksi budaya dan permainan rakyat.

Di dalam kawasan tersebut dibangun sebuah rumah adat yang lebih besar yang dijuluki Saoraja – istana Tenribali, salah seorang matoa Wajo. Rumah tersebut mempunyai tiang sebanyak 101 buah. Setiap tiang beratnya 2 ton, kayu ulin dari Kalimantan. Tiang itu didirikan dengan menggunakan alat berat (eskavator). Lingkaran tiang rumah 1,45 m dengan garis tengah 0,45 m, dan tinggi tiang dari tanah ke loteng 8,10 m. Bangunan rumah adat ini mempunyai ukuran panjang 42,20 m, lebar 21 m, dan tinggi bubungan 15 m.


ATRAKSI PERNIKAHAN ------- Atraksi pernikahan dan ritual lainnya dapat disaksikan, yaitu Mappacci, Mappanre Lebbe, dan Mappasilellung Botting. Mappacci merupakan sejenis rangkaian proses dalam pesta perkawinan yang dilaksanakan dengan meletakkan daun pacar (pacci) dari sanak keluarga kepada tangan pengantin sebagai bentuk persucian diri. Mappasilellung Botting dilaksanakan setelah malam usai pesta perkawinan, di mana pengantin pria selalu mengejar pengantin wanitanya, sebagai upaya untuk saling mengakrapkan pengantin.


SITUS TORASA ------- Obyek wisata ini terletak sekitar 16 km di sebelah Timur Kota Sengkang. Tepatnya di Desa Tosora, Kecamatan Majauleng. Lokasi ini dapat dijangkau dengan menggunakan sepeda motor atau mobil. Tosora adalah daerah bekas ibukota Kabupaten Wajo sekitar abad ke-17. Wilayah ini dikelilingi 8 buah danau kecil. Banyak peninggalan sejarah dan kepurbakalaan yang terdapat di sini, misalnya : makam raja-raja Wajo, bekas gudang amunisi kerajaan (geddong), masjid kuno yang dibangun tahun 1621, dan makam yang bernisan meriam. Disini juga terdapat sumur bung parani, tempat prajurit-prajurit tempo dulu dimandikan sebelum terjun ke medan perang.

Banyak wisatawan yang sudah berkunjung ke sini. Motivasi mereka braneka ragam. Di antara mereka, ada yang datang hanya untuk melakukan ziarah. Sebagain yang lain datang untuk melepas hajat atau nazar, dan ada juga yang mengadakan pengkajian sejarah.


GUA NIPPON ------- Gua Nippon terdapat di pegunungan sebelah Timur Kota Sengkang. Lokasinya tak jauh dari Masjid Raya Sengkang. Pengunjung dapat berjalan kaki menuju lokasi ini, terutama mereka yang senang dengan petualangan.

Gua Nippon berupa terowongan yang dibuat oleh tentara Jepang sebagai tempat persembunyian dan pertahanan pada Perang Dunia ke-2. Jumlahnya tak kurang dari 10 buah, namun saat ini sebagian di antaranya sudah tertutup tanah secara alami.

Di dalam gua itu terdapat ruangan yang sangat luas. Masyarakat setempat meyakini bahwa gua itu sebagai tempat penyimpanan harta karun yang ditinggalkan serdadu Jepang, dan pada masa perang dijadikan sebagai basis pertahanan Asia Selatan.

Mulut gua rata-rata mempunyai garis tengah sekitar 1 meter. Bila pengunjung mau masuk ke dalam gua, mereka harus membungkuk atau merangkak. Ada gua yang jalan masuknya berbeda dengan jalan untuk menuju ke luar. Sebagian diantaranya, jalan masuk dan keluar ke gua tersebut hanya merupakan satu jalur. 

Debat Lanjutan Konvensi Capres PD Digelar Malam Ini

Posted by Unknown | | Posted in

 Suasana debat bernegara enam kandidat Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, hari pertama di Istana Maimun, Medan, Selasa (21/1/2014) malam. Malam ini lima kandidat lainnya berdebat di tempat yang sama.
MEDAN: Lima peserta Konvensi Capres Partai Demokrat melakukan debat terbuka di Istana Maimun, malam ini, Rabu (22/01/2014). Debat malam ini merupakan yang kedua setelah pada Selasa malam, 6 peserta melakukan debat terbuka.

Anggota Komite Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan di Medan  mengatakan, para peserta konvensi dibagi dalam dua kelompok, untuk hari pertama diisi enam kandidat yakni Hayono Isman (anggota Dewan Pembina Partai Demokrat), Irman Gusman (Ketua DPD), Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan), Dahlan Iskan (Menteri BUMN), Ali Masykur Musa (Anggota BPK) dan Pramono Edhie Wibowo (Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat).

Untuk hari kedua, Dino Patti Djalil (Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat), Endriartono Sutanto (mantan Panglima TNI), Marzuki Alie (Wakil Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Ketua DPR), Anies Baswedan (Tokoh Indonesia Mengajar) dan Sinyo Haris Sarundajang (Gubernur Sulawesi Utara).

Ia mengatakan Kota Medan adalah kota pertama dari 10 kota di Indonesia tempat digelarnya debat bernegara ke-11 calon presiden tersebut, dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih mengenali sosok kandidat calon presiden dari Partai Demokrat nantinya.

Usai dari Medan, acara yang sama juga akan dilakukan dibeberapa kota lainnya seperti Palembang, Bandung, Surabaya, Semarang, Balik Papan, Makassar, Ambon, Denpasar, dan Jayapura. (rilis/dik)

Partai Demokrat Solid dan Giat Bekerja

Posted by Unknown | | Posted in

554109_07212120112013_Ikhsan-Modjo 
Juru Bicara PD Ikhsan Modjo (dok)

Banyak penelitian, termasuk survei yang dilakukan Kompas belum lama ini, mengonfirmasi bahwa mesin Partai Demokrat tetap solid dan berjalan dengan normal, terlepas dari berbagai isu negatif yang dikondisikan para kompetitor politik untuk melemahkan partai berlambang bintang segitiga merah putih ini.
Kader-kader PD sejauh ini tetap yakin akan kemenangan partai. Para kader semangat bekerja turun ke lapangan menggarap akar rumput dan memberikan kontribusi nyata bagi rakyat di segenap lapisan.
“Jajaran pengurus Partai Demokrat mulai dari pusat hingga anak cabang dan ranting juga terus melakukan koordinasi dan konsolidasi, baik ke dalam mau pun ke luar partai. Kami beryakinan bahwa peluang untuk menang masih terbuka lebar. Apalagi dengan keyakinan, semangat, dan bukti-bukti berupa program-program pro-rakyat yang sudah dan akan terus diberikan oleh Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan dukungan penuh Partai Demokrat,” kata Juru Bicara PD Ikhsan Modjo di Jakarta, Rabu (22/1).
Ada pun mengenai berbagai isu negatif, partai besutan SBY ini terus melakukan yang terbaik untuk masyarakat dan menunjukkan keseriusannya untuk berbenah.
“Termasuk tidak main-main dengan penegakan hukum. Bagi Partai Demokrat, yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar,” Ikhsan menegaskan.
Caleg DPR-RI dari Dapil Jember dan Lumajang ini berharap, dalam waktu singkat menjelang Pemilu para kader dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mendekatkan diri kepada masyarakat guna menyosialisasikan program-program pro-rakyat. (rilis/dik)

Bappilu Demokrat Sulsel Sarankan Kader Jual Program SBY

Posted by Unknown | | Posted in

Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Partai Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal mengaku optimis partai segitiga mercy ini akan meraih suara maksimal pada Pemilu 2014.

Salah satu modal Demokrat Keberhasilan yang dicapai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama dua periode ini bisa menjadi modal Demokrat untuk mendulang suara.

“Sebut saja, Raskin, Jamkesmas, Beasiswa bagi siswa Miskin, bantuan Lansia, BLSM bantuan kepada kelompok tani, Koperasi, PNPM Mandiri, sertifikasi guru,” tutur Deng Ical sapaannya, di Makassar, Selasa (1/1/14).

“Dan masih banyak lagi program untuk masyarakat miskin yang lahir dalam kepemerintahan SBY,” lanjut Ketua PMI Makassar ini.

Deng Ical menjelaskan keberhasilan Demokrat ini perlu menjadi semangat para kader diberbagai daerah utamanya di Sulsel untuk mensosialisasikan ke masyarakat.

“Bahkan sudah ada beberapa partai memanfaatkan program ini untuk jualan politiknya. Untuk itu kami berharap seluruh program yang sudah dilakukan dimanfaatkan kader Demokrat untuk mensosialisasikannya di masyarakat,” ujarnya.

Daftar Nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan di Kabupaten Soppeng

Posted by Unknown | Selasa, 21 Januari 2014 | Posted in

 
Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode posdi Kabupaten Soppeng
1. Kecamatan Citta
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Citta di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Citta (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Kampiri (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Labae (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Tinco (Kodepos : 90861)

2. Kecamatan Donri-Donri
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Donri-Donri di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Donri-Donri (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Kessing (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Labokong (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Lalabata Riaja (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Leworeng (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Pesse (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Pising (Solie) (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Sering (Kodepos : 90853)
- Kelurahan/Desa Tottong (Kodepos : 90853)

3. Kecamatan Ganra
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ganra di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Belo (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Enrekeng (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Ganra (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Lompulle (Kodepos : 90861)

4. Kecamatan Lalabata
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lalabata di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Botto (Kodepos : 90811)
- Kelurahan/Desa Lapajung (Kodepos : 90811)
- Kelurahan/Desa Lemba (Kodepos : 90811)
- Kelurahan/Desa Mattabulu (Kodepos : 90811)
- Kelurahan/Desa Umpungeng (Kodepos : 90811)
- Kelurahan/Desa Lalabata Rilau (Kodepos : 90812)
- Kelurahan/Desa Ompo (Kodepos : 90813)
- Kelurahan/Desa Bila (Kodepos : 90814)
- Kelurahan/Desa Maccile (Kodepos : 90814)
- Kelurahan/Desa Salo Karaja (Kodepos : 90814)

5. Kecamatan Lili Rilau
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lili Rilau di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Abbanuange (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Baringeng (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Cabenge (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Kebo (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Macanre (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Masing (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Pajalesang (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Palangiseng (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Parenring (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Paroto (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Tetewatu (Kodepos : 90871)
- Kelurahan/Desa Ujung (Kodepos : 90871)

6. Kecamatan Liliraja / Liliriaja
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Liliraja / Liliriaja di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Appanang (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Barang (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Galung (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Jampu (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Jennae (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Pattojo (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Rompegading (Kodepos : 90861)
- Kelurahan/Desa Timusu (Kodepos : 90861)

7. Kecamatan Mario Riawa
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mario Riawa di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Attang Salo (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Batu-Batu (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Bulue (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Kaca (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Laringgi (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Limpomajang (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Manorang Salo (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Panincong (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Patampanua (Kodepos : 90852)
- Kelurahan/Desa Tellulimpoe (Kodepos : 90852)

8. Kecamatan Mario Riwawo
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mario Riwawo di Kota/Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :
- Kelurahan/Desa Barae (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Congko (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Gattareng (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Gattareng Toa (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Goarie (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Labessi (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Mario Riaja (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Mario Rilau (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Mario Rittengnga (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Soga (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Tettikengrarae (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Watu (Kodepos : 90862)
- Kelurahan/Desa Watutoa (Kodepos : 90862)

    Top News